Rabu, 26 Juni 2013

Saat Tak Sengaja Melihatmu, Perkenalan Terjadi



Seperti pagi sebelumnya, Mirna membiarkan mata indahnya memandang luar jendela untuk melihat suasana sekolahnya sembari menunggu bel masuk sekolah tentunya. Maklum la Mirna anak yang rajin mengerjakan pe er di rumah. Pantang bagi Mirna untuk mengerjakannya di sekolah.
                Eh, siapa itu ? kenapa aku baru lihat ya? Anak baru mungkin sama kayak aku. Lamunannya buyar seketika Mirna mendengar suara histeris.
“ aaaaa… kak Marcel, ganteng banget. Sumpah.” Kata Syerli kepada Maura
“eh, syer. Gue udah tau akun twitternya kak Marcel looh, udah follow malahan.” Balas Maura kepada Syerli.
“eh, jahat lu yaaa.. kenapa kagak kasik tau guee..? apa.an cepet mau gue follow nih..” Sahut Syerli dengan kesal kepada Maura sembari mengeluarkan smart phonenya.
                Mirna memperhatikan Maura dan Syerli sejak tadi, semenjak suara Syerli membuyarkan pandangannya pada sesosok mahkluk asing dimata Mirna yang dikiranya anak baru.
Emmbb, namanya Marcel.. kelas dua belas mungkin. Hah twitter? Makhluk apa lagi itu ? akun facebook ajaa aku belum bikin. Batin Mirna
TTEEEEEEEEEEEEEETTTTTTTTT
                Bel tanda masuk sekolah telah berbunyi menemani Marcel menghilang dari mata Mirna yang mencari sosoknya. Pelajaran Fisika dimulai di kelas XI IPA 1, pelajaran yang selalu membuat perut Mirna meronta-ronta mintak diisi, berasa terlalu banyak energy yang digunakan untuk berfikir. Pelajaran fisika kali ini lancar dan seperti hari-hari yang lalu, Mirna mampu menjawab pertanyaan dari bu Il (guru fisika di kelas Mirna). Dilanjut pelajaran Matematika yang juga memeras otak berlebih. Bertambahlah rasa lapar diperut Mirna. Semakin tidak sabar dia menuju ke kantin. Harapan agar bel istirahat segera berbunyipun semakin besar dan menggebu.
Akhirnya bel bunyi juga. Batin Mirna.
                Bang, baksonya bang pake lontong ya sama es jeruknya. Pesan Mirna pada abang penjual bakso di kantin sekolahnya.
                Setelah memesan Mirna bergegas mencari tempat duduk untuk menikmati sarapan keduanya itu. Menikmati bakso mang Ujang. Sendiri. Ya! Sendirian. Ntah, kenapa sampai sekarang Mirna masih belum memiliki teman. Mirnapun memikirkan hal itu dengan melamun tentunya. Tiba-tiba ada suara yang membuyarkan lamunannya.
“permisi, boleh gabung makan disini? Meja lain penuh.” Pinta suara asing
“eh, em, yaa silahkan.” Jawab Mirna dengan ramah dengan senyum khas nan indah dibibirnya
“gue Marcel XII IPB, anak baru yya? Baru keliatan? ” Tanya suara aneh itu
“Mirna, iya baru semingguan sekolah disini.” Jawab Mirna yang sebenarnya sudah tahu siapa nama suara asing itu. Marcel.
Perbincangan mereke terhenti, perkenalan mereka hanya sampai mengenal nama karena keduanya ingin menikmati makanan yang merengek untuk dimakan. Mirna merasakan hal yang aneh di dadanya. Dag dig dug.
                Mirna melihat sekelilingnya. Baru tersadar ia akan banyak mata yang melihat ke arahnya dengan pandangan aneh tentunya, banyak bibir yang sepertinya mencibirnya. Tak sengaja ia mendengar “ siapa sihh itu, uda gendut cupu pula berani2nya ndeketin si Marcel, gue aja primadona sekolah ini sering dicuekin sama dia. Huh !!! “
Sakit. Sakiiit banget Mirna mendengar perkataan itu. Tapi Mirna memaklumi hal itu, ya gendut-cupu itulah Mirna.
“emmbb, kak aku udahan makannya balik ke kelas dulu ya. Udah mau bel juga.” Kata Mirna pamit, walaupun ia tahu, ia bukan siapa2 dan siap untuk dicuekin Marcel.
“eh, iyaa.” Jawab Marcel.
Mirna kaget mendengar jawaban itu. Sontak ia tersenyum dengan pipi yang merah merona. Shy.
                “Eh, Mirna lu kenal sama kak Marcel? Sejak kapan? Atauuu ada hubungan saudara? Kenalin gue sama dia dong… plisss.” Sapa Syerli pada Mirna yang baru saja melewati pintu kelasnya.
“hah? Kak Marcel? “  jawab Mirna yang terheranheran akan tingkah Syerli
“iyaaa.. dia. “
“memangnya kak Marcel itu siapa sih ? “ tanya Mirna
“ iih! Lu itu gak tau apa pura-pura gak tau sihh. Nohh! Liat ke arah lapangan sana! “
Mirna menganga. Dia melihat betapa kerennya Marcel menggocek bola dikakinya. Hal yang tadi, ketika makan dikantin terjadi lagi. Iya! Dag Dig Dug itu muncul lagi.
“ Hellooo.. Mirna !!! lu belum jawab pertanyaan gue? “ sahut Syerli yang membuyarkan pandangan Mirna pada Marcel.
“ eh, aku, eh aku baru kenal tadi di kantin. Waktu makan. “ jawab Mirna dengan lugu.
“Apah?! Lu makan sama Marcel di kantin? Seriusan? Iihhhh…. beruntung banget sih lu. Ntar pulang bareng gue ya.”  Sahut Syerli dengan shocknya sembari meninggalkan Mirna yang masih terheran-heran akan perlakuan dia yang mendadak baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar